Senin, 14 Oktober 2019

HER2+ Hadapi dengan 3S


Kehidupan terus berjalan dan waktu adalah sebuah kesempatan untuk mengisi hari-hari dengan kebahagiaan. Hembusan nafas seolah memberi semangat dan harapan yang lebih baik di masa yang akan datang.
Ada kalimat bijak berkata, “masih ada harapan dan senyuman selama matahari masih bersinar”. Hal ini yang membawa langkah untuk menyusuri berbagai jalan yang akan dilalui.
Saya Hagayna Novitri seorang Ibu bahagia yang dianugerahkan suami perhatian dan putri yang cantik. Sebagai ibu muda banyak hal yang diimpikan, mulai dari pendidikan anak, traveling bersama keluarga kecil ke beberapa tempat menyenangkan dan sebagainya.
Namun, di akhir akhir tahun 2018 seolah mimpi menjadi surut. Sore itu saya mulai merasakan ada benjolan di payudara sebelah kanan. Awalnya biasa saja dan tidak terlalu khawatir karena tidak merasa sakit.
Berjalannya waktu maka di awal tahun 2019 saya merasa keberadaan benjolan semakin terasa sakit, mengeras serta diikuti dengan nyeri punggung sebelah kanan. Perasaan mulai berkecamuk hingga ada takut yang begitu mendalam. Saya tidak pernah berpikir diumur semuda ini mendapatkan perasaan yang takut dengan sebuah penyakit yang berbahaya.
Alhasil, saya memberanikan diri dan memeriksa seluruh bagian tubuh yang sakit ke dokter pada bulan April 2019. Saat itu, hasil USG menunjukkan ada dugaan tumor ganas dan disarankan untuk biopsi. Tangan mulai gemetar melihat hasil yang tidak diharapkan.

Hati dan pikiran yang mulai gelisah dengan apa yang akan terjadi. Namun, selalu berusaha positif dan berharap ini bukan sebuah penyakit yang serius.

Sambil berharap cemas menanti hasil biopsi maka tepat 16 Mei 2019, hasilnya pun ke luar. Tidak terduga hari itu langit sangat mendung, hati saya terus menolak dan saya positif mengalami breast cancer pada payudara sebelah kanan.  


Badan saya mulai gemetar membaca hasil biopsi dan mulai lemah untuk menerima keadaan. Melihat si kecil baru berusia 4 tahun dan saat itu rasanya seperti menerima vonis mati.

Kehidupan saya mulai tertekan, seolah tidak punya harapan. Setiap hari doa saya panjatkan pada Sang Pencipta dengan air mata yang tiada henti. Berharap dapat lepas dari sel kanker yang ada di dalam tubuh ini.

Tanpa disadari semakin saya meratapi kondisi ini, maka kehidupan saya semakin terpuruk. Keluarga besar merasa iba melihat kondisi ini. Tak hanya itu, suami pun awalnya merasa shock namun dia berusaha terlihat tegar dan tak hentinya memberikan semangat kepada jiwa saya yang mulai rapuh.


Senyuman akan terasa mudah hadir saat seseorang merasa sukacita, namun bagaimana disaat kita memiliki penyakit dalam tubuh? Hal ini tentunya sangat sulit dilakukan. Namun, saya harus bangkit dari keterpurukan ini dan hal pertama yang saya lakukan adalah tersenyum.


Tersenyum untuk kondisi yang dialami dan selalu percaya bahwa ada pelangi sehabis hujan. Bersyukurnya, dengan keadaan seperti ini saya tidak pernah sendiri. Hadirnya keluarga tercinta merupakan semangat awal saya untuk selalu tersenyum untuk mereka. Walaupun proses kemoterapi tidaklah mudah untuk dilalui.

Dokter menyarankan untuk menjalani kemoterapi selama 4x sebelum menjalani operasi dan setelah itu harus melalui 4x kemoterapi lagi. Untuk membayangkan proses ini saja sudah cukup sulit bagi saya. Namun, kembali dikuatkan oleh suami, anak dan keluarga tercinta. Saya kembali tersenyum dan menghadapi roller coster yang saat ini dinaiki.

Saat itu pun tiba, 21 Mei 2019 saya melakukan kemotrapi pertama. Kemotrapi menghabiskan waktu selama 5 jam. Efek pertama yang dirasakan adalah mual dan beberapa hari kemudian tubuh saya terasa ngilu dan lelah.



Melawan rasa ngilu di sekujur tubuh tidaklah mudah, hati dan pikiran tidak tenang. Saya mencoba melakukan aktivitas menyapu, mengepel dan pekerjaan lain untuk mengalihkan rasa sakit tersebut.

Semenjak sakit saya pindah ke rumah mertua, hal ini dikarenakan selama ini saya, suami dan anak-anak tinggal di perkebunan yang berada di daerah terpencil. Tinggal bersama mertua menjadi pendukung utama saya untuk dapat melalui berbagai pengobatan. 



Kata semangat adalah kata yang paling berharga saat menjalani pengobatan. Sejujurnya, agak lelah harus melalui pengobatan karena saya harus melewati beberapa kota dengan perjalanan yang cukup jauh. Belum lagi saya harus meninggalkan anak di usia emasnya.


Saya selalu belajar untuk berpikiran positif dan ketika Sang Pencipta mengijinkan penyakit ini ada di tubuh saya, tentunya DIA juga membreikan kekuatan yang lebih. Saya tidak pernah ditinggalkan sendiri, sehingga pengobatan ini berjalan dengan dukungan keluarga tercinta.

Alhasil, tetap semangat untuk melawati step by step pengobatan yang dilalui. Dalam hati saya selalu berkata ‘Saya harus sembuh’ dan banyak harapan serta cita-cita saya seusai sembuh nanti.

Kata semangat juga hadir saat sedang menjalani kemoterapi ada seorang nenek berusia 55 tahun, setiap kemoterapi dia selalu tersenyum dan menyapa setiap perawat. Si nenek menjalani kemoterapi ke – 5 dikarenakan kanker pankreas. Dia berkata bahwa, apapun yang terjadi dalam hidup ini kita tidak boleh takut hadapi semua dengan senyuman dan semangat yang baru setiap pagi.

Terkadang saya merasa malu, orang tua saja selalu optimis untuk hidupnya sedangkan saya yang masih muda selalu mengeluh dan ketakutan setiap menjalani kemoterapi. Oleh karena itu, saya berkomitmen untuk selalu semangat dan tersenyum di kemoterapi berikutnya.

Pada kemoterapi ke – 2, rambut saya mulai rontok dan saya putuskan untuk mencukur habis rambut. Bagi seorang wanita, memang tidak mudah kehilangan mahkota yang paling indah dari tubuh ini. Apalagi rambut saya cukup lebat, hitam dan panjang. Hal yang menyedihkan lagi, ketika si kecil menangis saat saya botak dan tidak memiliki rambut.



Perlahan saya memberikan pengertian dan dia pun menerima dengan segala yang baru dari Mama-nya. Thanks God, suami pun selalu mendukung berada di samping dan tidak pernah menilai buruk dengan kondisi saya. Dia selalu menilai saya tetap cantik seperti dahulu, sehingga hal ini menjadi mood booster bagi saya untuk menjalani hari lepas hari.



Sungguh tidak mudah menjalani kemoterapi setiap 3 minggu sekali dan setelah kemoterapi ke – 4, saya pun menjalani operasi pengangkatan payudara (masektomi) sebelah kanan. Saat operasi, suami tercinta dan kakak ipar menemani saya.  


Proses operasi menghabiskan waktu 1 jam lalu seminggu saya harus berada di Rumah Sakit selama masa pemulihan. Usai itu, dokter Onkologi menyampaikan bahwa akan dilakukan kemoterapi sebanyak 4x lagi.

Setelah selesai operasi saya sudah menjalani 2x kemoterapi. Kemoterapi selanjutnya dilaksanakan pada tanggal 14 Oktober 2019, saya tidak pernah menyangka mampu menjalani ini semua. Tinggal sekali kemoterapi lagi, semangat, senyuman dan sukacita saya masih menempel kuat di tubuh ini.

Saya yakin dan mampu menjalani pengobatan ini sampai tuntas. Belajar untuk bersyukur dan bersukacita setiap saat. Percaya bahwa tangan Tuhan tidak pernah meninggalkan saya.

Selalu belajar untuk bersukacita karena sukacita adalah obat yang sangat manjur. Saya harus menuntaskan perjalanan pengobatan ini sampai selesai agar saya dapat berkumpul kembali dengan keluarga tercinta, tertawa bersama dan membuat masakan enak untuk suami dan anak saya.


Buat siapapun kamu yang saat ini berjuang seperti saya, memang vonis kanker tidaklah mudah untuk diterima. Terlebih perjuangan menjalani pengobatan, rasa yang sakit, melelahkan dan butuh mental yang kuat, tidak perlu khawatir karena kita adalah wanita yang kuat. Tuhan punya rencana yang besar untuk kita, keluarga bahkan orang-orang di sekitar kita. Jalani semuanya dengan senyuman, semangat dan sukacita untuk melawan HER2+. Kelak kita semua akan jadi pemenang untuk penyakit ini.



Salam Kasih,

Hagayna Novitri



33 komentar:

  1. Kamu luar biasa. Tetap semangat dek, Tuhan akan menolong

    BalasHapus
  2. Wanita tangguh.. Tuhan memberkati kam selalu mak Asha..

    BalasHapus
  3. Terimakasih sudah mau berbagi ya Ina..semoga menjadi penyemangat sembuh utk yg lain. Tuhan berikan kesembuhan utkndu Nak.😇

    BalasHapus
  4. Kesembuhan itu ada pada hati yang selalu bersukacita. Semangat selalu Mom Asha. Doa kami selalu menyertaimu.

    BalasHapus
  5. Maaakkk, dirimu sungguh strooong, semangaaat yaa
    Karena hati yang gembira adalah obat
    Keep shining!
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    BalasHapus
  6. Bukan sesuatu yang mudah untuk menerima vonis penyakit. Tapi percayalah waktu Tuhan adalah yang terbaik, walau kita ga ngerti kenapa harus melewati ini. Setuju banget dengan hati yang gembira dan sukacita adalah obat yang paling manjur. Tuhan berikan kesembuhan total, kekuatan menjalani pengobatan, serta penghiburan ya, mbak. GBU :*

    BalasHapus
  7. Teruslah semangat dalam menjalani kehidupan ini. Jangan bersedih banyak orang yang setia memberikan dukungan dan cinta.

    Kanker payudara bisa di obati. Yakin lah itu

    BalasHapus
  8. Selalu sehat dan penuh semangat ya mba. Perjuangan yang tak mudah tapi memang harus dilakukan :)

    Penyakit kanker payudara sudah banyak yang tetap sehat dan bisa beraktifitas hingga kini :)

    BalasHapus
  9. Aku juga penyintas kanker mba, hati aku buat seneng aja deh, nggak mikir yg sedih-sedih.

    BalasHapus
  10. Maaf mbak, aku speechless, penginnya meluk aja. Salut dengan semangatnya mbak. Semoga menjadi inspirasi bagi penyintas lainnya. I love you, mbak :)

    BalasHapus
  11. Mba.. peluk dari jauh ya.. yang mbak saat ini lakukan sudah sangat baik, menyadarkan bahwa apapun yang terjadi harus tetap semangat menjalani roda kehidupan..

    BalasHapus
  12. Terima kasih telah berbagi. Semangat terus kakak. Kakak bisa 💪💪💪 Kami semua turut mendoakan kesembuhan kakak.

    BalasHapus
  13. Semangat, Mbak. Beruntung punya keluarga supportif dan bertemu bertemu sesama penyitas kanker yang juga semangat sembuh. Semoga lancar selalu kemoterapi selanjutnya dan bisa sembuh total.

    BalasHapus
  14. Dalam kondisi seperti itu, selain berpikir posituf dan optimis dukungan keluarga dan teman-teman terdekat juga sangat penting. Keep strong ya Mbak, semoga bisa melewati ujian tersebut dan bisa sembuh kembali seperti sedia kala.

    BalasHapus
  15. Mata saya hangat mba, terima kasih untuk inspirasi dan optimisme yang dikirim melalui tulisan ini, semoga selalu sehat ya mba, dan selalu bahagia dengan si cantik :)

    BalasHapus
  16. Semoga sakitnya dapat menjadi penggugur dosa dan selalu semangat ya mbak. Dulu tante tetanggaku ada yg kena juga di PD Alhamdulillahbisa diangkat semua dan kemudian bisa jadi survivor. Semoga selalu semangat dan sehat ya mbak aamiin

    BalasHapus
  17. Mba, semangat ya.
    Aku gak tahu harus berkata apa, pokoknya selalu semangat.
    Yakinlah bahwa badai pasti berlalu. Kamu pasti bisa :)

    BalasHapus